Pengertian Interaksi Sosial

       I.            Tujuan

Mengamati interaksi sosial yang terjadi di Museum Karst Wonogiri

  1.     II.            Dasar Teori

Interaksi sosial merupakan hubungan-hubungan sosial yang menyangkut hubungan antarindividu, individu (seseorang) dengan kelompok, dan kelompok dengan kelompok. Tanpa adanya interkasi sosial maka tidak akan mungkin ada kehidupan bersama. Proses sosial adalah suatu interaksi atau hubungan timbal balik atau saling mempengaruhi antar manusia yang berlangsung sepanjang hidupnya didalam amasyarakat. Menurut Soerjono Soekanto, proses sosial diartikan sebagai cara-cara berhubungan yang dapat dilihat jika individu dan kelompok-kelompok sosial saling bertemu serta menentukan sistem dan bentuk hubungan sosial.

 III.            Data Hasil Pengamatan

  1. Bentuk-bentuk interaksi sosial yang terjadi di sekitar museum karst tersebut

Interaksi social yang terjadi di sana adalah kerja sama dan persaingan. Memang aneh, namun hal tersebut memang benar dengan ditunjukkannya kerja sama antar pedagang dan para karyawan dalam meramaikan museum tersebut, namun disamping itu para pedagang juga saling bersaing dalam mencari keuntungan dengan beramai-ramai mencari perhatian para pembeli.

  1. Hasil wawancara dengan salah satu karyawan di Museum Karst tersebut

Nama                                                         : Ira Susilawati

Asal tempat tinggal                                   : Wonosobo

Lamanya berkerja di museum tersebut     : 5 tahun

Dampak adanya museum karst bagi masyarakat sekitar menurut ira : “museum ini memang membawa banyak dampak positif bagi warga sekitar. Selain sebagai media untuk memberikan informasi tentang karst, museum ini secara tidak langsung juga telah memberi kesempatan bagi warga sekitar untuk membuka lapangan pekerjaan seperti berdagang dan menjual jasa.”

Image

Foto karyawan yang diwawancarai tersebut

Wawancara dilakukan  pukul 11.15

  1. Nilai-nilai yang ada di museum karst tersebut

Kita dapat mengambil nilai yang ada di museum tersebut,  yaitu, nilai kesadaran akan penjagaan pelestarian keunikan alam semesta ini dan nilai

 IV.            Kesimpulan

Masyarakat  di sekitar museum karst tersebut kebanyakan berprofesi sebagai penambang batu dari bukit-bukit karst atau pedagang yang berjualan di sepanjang jalan di pinggir mesum karst. Kemudian terjadi interaksi social assosiatif dengan pengelola atau karyawan di museum tersebut sehingga dapat menimbulkan hasil yang menguntungkan bagi kedua belah pihak.

Perihal algowijaya
Selamat datang di blog saya. Selain blog ini, saya juga mempunyai blog lain yang juga tentangmateri sekolah .

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: