Lapisan Atmosfer

A. Pengertian Atmosfer

Atmosfer adadah lapisan bole udara yang membungkus bumi. Komposisi gas yang terdapat dalam atmosfer antara lain nitrogen sebanyak 78%, Oksigen 20%, Argon 0,9%, Hidrogen 0,01%, dan gas-gas lain sejumlah 1%.

B. Lapisan-lapisan Atmosfer

Berdasarkan ketinggiannya, lapisan atmosfer dibagi menjadi beberapa bagian, yaitu.

1. Troposfer, yaitu lapisan atmosfer paling bawaah, ketinggiannya mencapai 20 km diatas permukaan tanah.

2. Stratosfer, merupakan lapisan atmosfer yang berada diatas troposfer. Ketinggian lapisan stratosfer ini mencapai 20-80 km diatas permukaan tanah.
3. Ionosfer, merupakan tempat terjadinya proses ionisasi atom udara oleh radiasi sinar x dan ultraviolet. Lapisan ini terdapat pada ketinggian 80-800 km di atas permukaan tanah.
4. Eksosfer, merupakan lapisan terluar atmosfer. Lapisan ini terdapat pada ketinggian 500-1000 km di atas permukaan tanah.

C. Fungsi Atmosfer

Gas-gas yang terdapat pada atmosfer mempunyai ciri-ciri dan fungsi sebagai berikut.

1. Oksigen, merupakan gas yang berguna dalam proses pernapasan makhluk hidup.
2. Nitrogen, dibutuhkan oleh tumbuhan.
3. Karbon dioksida, berguna dalam proses fotosintesis tumbuhan.
4. Argon,digunakan untuk mengisi lampu pijar.
5. Neon, berfungsi untuk mengisi lampu tabung (lampu TL).
6. Hidrogen dan Helium, digunakan untuk mengisi balon udara.

D. Cuaca dan Iklim

Cuaca adalah keadaan rata-rata udara pada waktu pendek dan dalam cakupan daerah yang sempit. Sementara itu iklim dapat diartikan sebagai keadaan rata-rata cuaca pada daerah yang luas dan jangka waktu lama.

E. El Nino

El nino adalah peristiwa memanasnya air permukaan laut di pantai Peru dan Bolivia dan mengakibatkan gangguan iklim secara global, hal ini dikarenakan naiknya arus dari dasar laut menuju permukaan. Proses terjadinya el nino bermula saat air laut yang panas dari perairan Indonesia bergerak ke arah timur menyusuri ekuator sampai ke pantai barat Amerika Selatan. Pada saat yang bersamaan, air laut panas dari pantai barat Amerika Tengah bergerak ke selatan sampai pantai barat Peru. Akhirnya terjadilah pertemuan antara air laut panas dari pantai Indonesia dengan air laut yang juga panas dari Amerika TEngah.

Permukaan air laut yang panas tersebut lalu menularkan panasnya ke udara disekitarnya sehingga udara memuai ke atas dan terbentuklah daerah bertekanan udara rendah, akibatnya semua angin yang berada di Samudera Pasifik bergerak menuju daerah bertekanan rendah di pantai barat Peru tersebut.

Di Indonesia, angin muson yang datang dari Asia dan banyak membawa uap air sebagian besar berbelok menuju daerah bertekanan udara rendah seperti di pantai barat Peru, sehingga kandungan uap air di udara Indonesia semakin berkurang. Hal tersebut menyebabkan kekeringan yang luar biasa di Indonesia.

Sumber: Lapisan atmosfer

Perihal algowijaya
Selamat datang di blog saya. Selain blog ini, saya juga mempunyai blog lain yang juga tentangmateri sekolah .

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: